Selasa, 21 Apr 2026 / 13:38

Author by Radya Labs

Upskilling Talks Hadir di Bandung: Bahas Kesiapan Talenta Indonesia Hadapi Dunia Kerja 2030

Bandung, Indonesia – Forum diskusi bertajuk Upskilling Talks: “Workforce 2030: Siapkah Talenta Indonesia?” resmi digelar di Garuda Spark Innovation Hub Bandung (17/04). Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Yorga Permana sebagai pakar industri dan terbuka bagi tenaga kerja, profesional muda, serta pelaku industri yang ingin mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dunia kerja.

Indonesia saat ini berada di titik krusial bonus demografi yang akan mencapai puncaknya menjelang 2030. Berbagai laporan global mencatat adanya skills gap atau yang disebut sebagai kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dan kebutuhan nyata dunia industri. Meskipun terlihat berisiko sebagai beban, hal ini justru dapat menjadi peluang terutama bagi pekerja tingkat pemula atau lulusan baru untuk mengasah keterampilannya dan menyesuaikan diri agar ‘laku’ di dunia kerja.

Beberapa keterampilan dapat diasah dari bangku kuliah dan menjadi relevan di dunia kerja. “Sebagian besar softskill masih diperoleh dari kegiatan di luar kelas seperti organisasi kampus atau mahasiswa,” sebut Yorga Permana. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat mempersiapkan mahasiswa menjadi pekerja yang terampil.

Sesi Talkshow Diisi Oleh Muhammad Yorga Permana Dan Dimoderator Oleh Puja Pramudya
Sesi Talkshow Diisi Oleh Muhammad Yorga Permana Dan Dimoderator Oleh Puja Pramudya

Sesi talkshow membahas sejumlah isu krusial, di antaranya: gambaran kesiapan tenaga kerja Indonesia saat ini, fenomena mismatch antara pendidikan dan kebutuhan industri, dampak otomatisasi dan kecerdasan buatan terhadap pasar kerja, serta strategi memulai upskilling dan reskilling tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Peserta juga diberikan kesempatan bertanya langsung dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.

Upskilling Talks merupakan inisiatif untuk membuka ruang diskusi strategis yang menjembatani pemerintah, industri, dan institusi pendidikan. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi konkret demi mendorong budaya belajar adaptif yang masif di kalangan tenaga kerja Indonesia, khususnya generasi muda dan profesional berusia 18 hingga awal 40-an.